Rutinitas yang Belebihan Akan Memberatkan Anak

Rutinitas yang Belebihan Akan Memberatkan Anak kita, lho

Ada keseimbangan dalam menyiapkan rutinitas untuk beberapa anak kita jangalah terlalu belebihan agar tidak memberatkan aktivitas di lakukan.

Kecondongan yang paling akhir ini wajar sekarang ini. Hidup kita dan kehidupan beberapa anak kita makin terencana dan kebanyakan bekerja.

Rutinitas yang Belebihan Akan Memberatkan Anak

Karena itu, kita perlu pahami bahaya mempunyai anak yang melewati agenda dan langkah menahan ini terjadi di keluarga kita sendiri. Apa Kelirunya Rutinitas Belebihan Memberatkan Anak Anda?

Aktivitas Berlebihan Membebankan Anak

  1. Agenda yang Berlebihan Bisa Meletihkan Anak-Anak Kita

Saat beberapa anak kita melancong dan direncanakan secara optimal semenjak umur muda, kekuatan mereka untuk kecapekan saat sebelum capai sekolah menengah lumayan tinggi.

Baca Juga: Pentingnya Attachment Parenting

The New York Times memberikan laporan beberapa riset mengenai kecapekan dan mendapati jika kecapekan pada anak terkait dengan beban kerja mereka, bersama-sama dengan kecondongan orangtua mereka untuk merasakannya. Ini bermakna jika beberapa anak yang kebanyakan bekerja lebih condong alami kecapekan dibanding lainnya. Demikian juga, orangtua yang overschedule condong seringkali mengagendakan beberapa anak.

  • Kecapekan

Saat seorang kecapekan, mereka berasa kerepotan dan kecapekan dengan yang diinginkan seseorang buat mereka kerjakan tiap hari. Beberapa anak yang tersangkut dalam Rutinitas Belebihan Memberatkan Anak dengan sedikit atau tanpa waktu henti mempunyai kemungkinan alami kecapekan. Saat orangtua menyimpan kebanyakan harapan pada beberapa anak mereka, mereka mempunyai potensi bertambah jadi kecapekan.

Bila Anda berasa jika anak Anda berasa kebanyakan bekerja atau kerepotan dengan rutinitas setiap hari, Anda perlu tahu rutinitas yang mana bisa disetop. Bila mereka mempunyai kebanyakan rutinitas di luar pekerjaan sekolah, misalkan, karenanya adalah tempat yang penting dirampingkan.

Anak yang kebanyakan bekerja akan memperlihatkan bermacam tanda-tanda seperti kemuraman, gampang tersinggung, gampang geram, patah semangat, geram, sakit di perut, sakit di kepala, perlawanan, dan lain-lain. Kurangi rutinitas mereka akan menolong hilangkan depresi mereka dan kurangi pertanda kecapekan itu. Tetapi, bila anak Anda alami tanda-tanda kecapekan yang kronis, kontribusi profesional dari dokter anak atau terapi untuk anak harus dicari.

  • Waktu Henti

Waktu henti ialah kunci untuk menolong menurunkan kecapekan. Bila beberapa anak tidak mempunyai waktu senggang pada siang hari untuk istirahat, mereka condong lebih gampang capek dibanding lainnya. Waktu henti bermakna waktu senggang yang tidak terorganisir untuk lakukan apa yang mereka gemari atau rileks. Turunkan aktivitas ekstrakurikuler beberapa anak Anda bila mereka tidak mempunyai waktu istirahat dalam agenda mereka.

  1. Agenda yang Berlebihan Membunuh Waktu Bermain dan Kreasi

Beberapa anak memerlukan waktu menjadi beberapa anak. Saat agenda mereka tiap hari dipenuhi oleh aktivitas seperti pelatihan balet, sepak bola, dan musik yang terorganisir, dan mereka cuman istirahat untuk makan malam dan jam tidur, karena itu agenda mereka terlalu berlebih. Mereka perlu waktu senggang sepulang sekolah untuk santai dan bermain. Saat mereka tidak memiliki dan meneruskan dari 1 rutinitas yang direncanakan ke rutinitas selanjutnya, mereka kehilangan waktu bermain.

Waktu bermain penting untuk perubahan anak. Bila mereka tidak memperoleh cukup waktu untuk bermain, karena itu kekuatan mereka untuk meningkatkan kreasinya turun. The Brilian of Play menerangkan jika ada enam faedah perubahan khusus yang didapatkan beberapa anak dari waktu bermain:

  • Kreativitas
  • Pengembangan ketrampilan sosial
  • Perkembangan kognitif
  • Perkembangan fisik (yakni, kesetimbangan, koordinasi)
  • Kemampuan berbicara
  • Perkembangan emosional

Bila beberapa anak tidak punyai waktu untuk bermain sebab mereka selalu diperjalanan, karena itu mereka kehilangan faedah perubahan dari bermain.

Beberapa anak memerlukan waktu istirahat sesudah sekolah supaya mereka bisa santai, bermain, dan santai. Riset dari Journal of Early Childhood Development and Care memperlihatkan jika beberapa anak perlu bermain untuk menangani kekhawatiran, depresi, dan kecemasan. [3] Waktu bermain memberi jalan keluar untuk mereka untuk mengurus emosi ini secara sehat dan menolong peningkatan kreasi mereka.

Beberapa anak memerlukan waktu senggang untuk bermain tiap hari. Lima belas menit saat istirahat tidak cukup. Mereka memerlukan waktu karena itu sepulang sekolah, di dalam rumah, di luar masalah agenda aktivitas.

  • Jalan keluar

Yakinkan anak Anda punyai waktu untuk bermain sesudah sekolah. Ini penting untuk anak kecil yang paling diuntungkan dari bermain. Awasi aktivitas yang terorganisir hingga anak Anda tidak terencana tiap hari dan bisa bermain sesudah sekolah. Bila mereka mempunyai rutinitas tiap jam, karenanya tidak mungkin untuk waktu bermain.

  1. Scheduling yang terlalu berlebih mengakibatkan depresi dan penekanan

Saat beberapa anak overschedule sebab orangtua mereka benar-benar pengin mempunyai anak yang berprestasi, karena itu mereka akan berasa depresi. Penekanan orangtua ke seorang anak untuk berprestasi baik di bagian akademis, musik, bermacam olahraga, dan pelajaran agama ialah fakta untuk banyak anak. Beberapa anak yang direncanakan dalam semua aktivitas ini sering bisa rasakan depresi dan penekanan, terlebih jika mereka diinginkan sukses dalam semua aktivitas itu.

Cukup susah untuk beberapa anak menjadi baik atau sukses pada sebuah rutinitas. Untuk orangtua untuk mengagendakan kebanyakan anak mereka dan menginginkan performa yang unggul dalam bermacam aktivitas, itu ialah resep untuk anak yang depresi.

  • Jalan keluar

Orangtua sebaiknya tidak mengagendakan beberapa anak dalam bermacam rutinitas dengan keinginan performa yang unggul dalam semua. Mereka harus juga menimbang ketertarikan anak. Bila anak tidak ketarik pada satu rutinitas, kemungkinan mereka akan berasa depresi dan tertekan untuk melakukan.

Misalkan, bila Suzy sudah mengikut pelajaran piano sepanjang empat tahun, dan ia tak lagi senang pelajari alat musik, kemungkinan berikut waktunya untuk istirahat. Bila Suzy diminta untuk meneruskan pelajaran dan latihan setiap hari, ia kemungkinan merasa terhimpit untuk selalu tampil karena hanya ibunya pengin ia melakukan. Ini bisa membuat Suzy membenci ibunya sebab memaksakan untuk selalu lakukan suatu hal yang tidak ia gemari kembali.

Diamkan anak Anda menolong pilih rutinitas yang mereka turuti. Disamping itu, awasi jumlah rutinitas yang mereka kerjakan. Bila mereka mempunyai rutinitas yang lain tiap hari kerja, karena itu agenda mereka peluang akan melewati agenda.

Beberapa anak memerlukan waktu istirahat dan waktu untuk bermain. Bila mereka perlu beraktivitas baru tiap hari, downtime itu dikurangi, ingat waktu di dalam rumah atau di luar rutinitas yang direncanakan terbatas. Saat yang terbatas ini selanjutnya berisi pekerjaan rumah, waktu makan, dan penyiapan sebelum tidur. Hilangkan rutinitas sekian hari dalam satu minggu memungkinkan anak mempunyai waktu untuk bermain dengan bebas. Makin muda anak itu, makin banyak saat yang mereka perlukan untuk bermain. Bersamaan pertambahan umur, mereka bisa lakukan semakin banyak rutinitas; Tetapi, di bawah umur 13 tahun, bermain tiap hari ialah satu kewajiban untuk beberapa anak.

  1. Makan Sehat Jatuh di Pinggir Jalan

Tiap orangtua yang repot mengantarkan banyak anak ke bermacam aktivitas sesudah sekolah tahu begitu memikat makanan cepat sajian menjadi. Makanan cepat sajian, bagaimana juga, mengakibatkan opsi makanan yang kurang sehat. Kentang goreng dan hamburger – kombo dasar di sejumlah besar warung makanan cepat sajian – tidak bisa menolong anak Anda berkembang secara gizi.

Bila agenda keluarga begitu padat, mereka condong pilih makanan yang mudah dan cepat. Saat tergesa-gesa, beberapa dari kita membuat opsi makanan yang jelek sebab tidak menyempatkan diri untuk pikirkan nilai nutrisi makanan dan skema makan imbang untuk beberapa anak kita.

  1. Waktu Makan Keluarga Jadi Suatu hal dari Periode Lalu

Saat kami bawa beberapa anak kami ke olahraga dan aktivitas ekstra-kurikuler yang lain yang jatuh di saat makan malam, keluarga itu kerap kali melepaskan makan bersama di dalam rumah.

Ini betul di dalam rumah kita sendiri. Ada malam-malam tertentu dalam satu minggu yang kami latih, jadi kami makan bersama lebih cepat (bila kemungkinan) atau makan secara terpisah, bergantung pada agenda kami.

Makan malam keluarga benar-benar bernilai. Ini memberi peluang untuk bagian keluarga untuk mengulas hari mereka, terhitung pekerjaan dan aktivitas sekolah mereka. Ini ialah periode saat tehnologi dikesampingkan hingga tiap orang bisa betul-betul konsentrasi untuk berbicara keduanya dan mengenali apa yang terjadi di kehidupan keduanya. Saat rutinitas beberapa anak direncanakan tiap malam, waktu keluarga di meja makan itu raib. Waktu makan malam jadi masa lampau sebab kita mengagendakan kebanyakan waktu untuk beberapa anak dan diri sendiri.

  • Jalan keluar

Penilaian agenda kita sepanjang satu minggu untuk pastikan ada selalu waktu untuk makan malam dengan keluarga. Yakinkan untuk memutuskan agenda makan malam untuk malam yang tidak Anda rencanakan awalnya. Ingat: saat yang Anda punyai dengan beberapa anak Anda di bawah atap telah cepat berakhir. Selang beberapa saat, mereka bisa menjadi dewasa dan mulai hidup sendiri. Anda tak perlu meremehkan atau meminimalisir peluang untuk merajut ikatan dengan beberapa anak Anda saat makan.

Mempunyai waktu makan dengan keluarga memungkinkannya Anda membuat opsi makanan yang baik sekali. Dengan langkah ini, orangtua bisa membuat makanan yang imbang dan sehat dan mengajarkan beberapa anak mereka mengenai keutamaan konsumsi makanan yang bagus untuk badan mereka.

  • Buat Anak-Anak Aktif dan Tersangkut!

Lepas dari semua, ini tidak bermakna jika Anda jangan mendaftar anak Anda untuk bermacam rutinitas seperti olahraga, musik, tari, karate, dan lain-lain. Semuanya ialah rutinitas luar biasa yang bisa menolong beberapa anak meningkatkan bermacam kemahiran hidup yang bernilai. Maksudnya untuk mendaftar mereka pada beberapa hal yang betul-betul mereka cicipi dan menghindar beberapa anak yang mengagendakan terlalu berlebih dengan tidak biarkan mereka mendaftarkan kebanyakan rutinitas pada satu waktu.