Anak Tunggal Sosialisasi Dengan Teman Sebayanya

Yang diperlukan Anak Tunggal ialah Sosialisasi dengan Teman Sebayanya

Sebagai seorang anak dengan fantasi yang paling jauh ialah jadi anak tunggal bukan salah satu anak orang tua tentunya perlu sosialisasi dengan teman sebayanya.

Akan tetapi sama orang tua angan-angan yang memprioritaskan saya dalam segalanya, habiskan semua uang mereka buat saya, dan yang hidupnya berputar-putar di seputar saya.

Anak Tunggal Sosialisasi Dengan Teman Sebayanya

Saya memikirkan jika mereka akan membelikan saya kuda, saya akan tinggal di suite saya sendiri dalam suatu rumah besar, dan saya akan mempunyai pembantu sendiri yang akan menanti saya. Sudah pasti, ibu angan-angan saya akan ada disamping saya siang dan malam untuk merestui tiap kemauan saya dan mengasihi saya.

Fantasi ini terang mengada-ada. Saya dibesarkan dalam suatu rumah dengan 6 anak. Orangtua saya benar-benar pengasih dan mengagumkan. Kehidupan fantasi saya akan merusak saya.

Baca Juga: Kebiasaan Sederhana ini bisa Menjadikan Anda Sukses

Saya tidak pelajari ketrampilan hidup seperti tanggung jawab, share, memberikan ke seseorang, layani seseorang, usaha keras, atau mungkin tidak mengutamakan diri kita.

Jadi anak tunggal kemungkinan jadi bermimpi untuk sosialisasi dengan teman sebaya.

Tetapi, orangtua harus mengetahui beberapa permasalahan yang berkaitan dengan memperbesar seorang anak tunggal. Berikut ini ialah beberapa panduan penting Anak Tunggal Sosialisasi Teman bagi setiap orangtua.

  1. Jauhi Memanjakan atau Memanjakan Anak Secara Terlalu berlebih

Salah satunya bahaya mempunyai anak tunggal ialah memanjakan mereka dengan memberikan mereka kebanyakan. Lebih gampang lakukan ini bila tidak ada saudara kandungan yang inginkan mainan dan hadiah juga. Mempunyai satu anak membuat gampang untuk memanjakan mereka.

Kita dapat mengungkung kecondongan itu dengan memutuskan batas. Tetapkan seberapa banyak hadiah atau jumlah dolar tertentu untuk tiap hari liburan dan taati batasan itu.

Anda dapat membuat mereka memperoleh beberapa hal yang mereka harapkan. Bila mereka ialah video game terkini, minta mereka lakukan pekerjaan rumah untuk memperoleh uang hingga mereka bisa mendapatkannya sendiri. Ini bisa menolong tunda kepuasan dan mengajarkan mereka nilai dari memperoleh suatu hal yang mereka harapkan.

  1. Jangan Perlakukan Anak Seperti Sesama Orang Dewasa Dalam Rumah Tangga

Dengan cuman satu anak dalam rumah tangga, gampang untuk orangtua untuk mulai perlakukan mereka sebagai orang dewasa. Seputar umur 8 atau 9 tahun, banyak anak memperlihatkan kedewasaan dan mempunyai sikap seperti orang dewasa. Jadi gampang untuk orangtua untuk terima sikap ini sebab mereka pahaminya. Tetapi, anak itu teruslah beberapa anak, hingga perlu diberlakukan sebagai satu.

RaisingChildren.net menerangkan jika korteks prefrontal otak belum berkembang seutuhnya sampai dewasa. Bahkan juga remaja akan melakukan tindakan stimulanif sebab korteks prefrontal mereka belum berkembang seutuhnya.

Orangtua perlu pahami jika sikap stimulanif terjadi pada anak sebab hal itu. Jadi, kita tidak dapat menginginkan beberapa anak jadi dewasa sebab mereka tidak ada dalam soal perubahan. Diamkan mereka jadi beberapa anak. Mereka cuman menjadi 1x dalam kehidupan mereka.

  1. Publikasikan Anak Anda Dengan Teman Seumuran

Sebuah artikel riset oleh Kitzman dan Lockwood (2020) dalam Journal of Social and Individual Relationships mendapati jika anak yang tumbuh tanpa saudara kandungan kurang sanggup tangani perselisihan dengan teman sepantarannya.  Ini peluang dikarenakan oleh tidak ada aktivitas resolusi perselisihan dengan saudara kandungan.

Karena itu, publikasi dengan teman seumuran ialah yang paling penting. Tapi bahkan juga lebih dari itu, orangtua harus meluluskan beberapa anak mereka untuk menuntaskan perselisihan teman seumuran bila memungkinkannya. Ini akan mengajarkan mereka langkah berkawan dengan teman seumuran dan menuntaskan perselisihan sendiri.

Sering, orangtua pengin membuat perlindungan anak mereka dan akan mengusik hubungan teman bila mereka menyaksikan anak mereka akan terluka secara emosional. Orangtua harus mengajarkan beberapa anak mereka ketrampilan resolusi perselisihan dengan bicara mengenai bagaimana bereaksi pada kondisi ini. Mengajarkan mereka langkah tangani perselisihan teman seumuran dan cuman cari interferensi orang dewasa jika memang perlu (seperti resiko luka fisik) akan menolong perubahan ketrampilan sosial anak.

  1. Tentukan Keinginan yang Sesuai kenyataan

Saat orang dewasa cuman memperbesar satu anak, mereka bisa simpan semua keinginan dan mimpi mereka. Orangtua harus memutuskan keinginan yang sesuai kenyataan. Beberapa anak ialah pribadi, dan mereka bukan Anda. Mereka ialah individu mereka sendiri dan karena itu, mereka mempunyai talenta, talenta, dan kekuatan sendiri yang lain dari Anda. Anda harus memandang mereka berdasar kekuatan mereka sendiri, bukan kekuatan Anda.

Menginginkan seorang anak jadi bintang olahraga super dan terlilit pada liga ivy kemungkinan tidak logis. Setiap spesial dan unik.

Bila seorang mempunyai empat anak, kita kemungkinan menyaksikan seorang yang unggul dalam olahraga, lainnya berprestasi di bagian akademis, yang yang lain artistik, dan lainnya yang serupa sekali tidak dikenali dalam talenta dan talenta mereka sebab mereka masih terbilang muda. Dengan anak tunggal, kami tidak bisa menginginkan mereka untuk penuhi semua mimpi, keinginan, dan tekad yang bisa penuhi semua keluarga yang terbagi dalam 6 orang.

Berupayalah untuk cari tahu apakah yang kemungkinan dapat anak Anda kerjakan secara bagus di dalam hidup. Mereka kemungkinan mempunyai rutinitas tertentu yang mereka kuasai dan yang lain tidak. Dorong mereka dalam segala hal yang mereka kerjakan, tapi jangan memutuskan harapan yang tidak logis dan tidak dapat dijangkau.

  1. Berikan Mereka Pekerjaan untuk Mengajarkan Tanggung Jawab

Mempunyai satu anak mempermudah untuk lakukan semua pekerjaan dalam rumah tangga hanya karena membersihkan dan bersihkan sesudah untuk seseorang.

Orangtua dengan 3 anak lebih condong minta beberapa anak mereka untuk ikut dalam pekerjaan rumah tangga sebab keperluan. Seseorang tua tidak dapat mengikut kerusuhan dan bekerja dengan keluarga yang semakin besar.

Beberapa anak sebagai salah satu anak dalam suatu rumah harus tetap diwajibkan lakukan pekerjaan rumah. Itu akan menolong mereka belajar mengenai tanggung jawab. Mereka akan belajar ketrampilan hidup ringkas seperti langkah melipat cucian, langkah membersihkan piring secara benar, dan langkah mengisap debu dan bersihkan rumah.

Ini bisa mendayagunakan mereka untuk lakukan pekerjaan rumah, terlebih bila mereka dikasih imbalan untuk pekerjaan tambahan hingga mereka bisa mendapatkan beberapa hal yang mereka harapkan.

  1. Jangan Jadi Selingan Stabil Mereka

Beberapa anak inginkan perhatian dan waktu dari orangtua mereka. Mengagumkan untuk orangtua untuk memberi ini ke beberapa anak mereka, tapi harus ada kesetimbangan.

Bila, misalkan, ibu yang tinggal di dalam rumah cuman mempunyai satu anak, ia tidak diinginkan untuk terus-terusan melipur anaknya selama seharian. Orangtua memerlukan waktu untuk menuntaskan pekerjaan dan pekerjaan rumah tangga mereka sendiri, bersama-sama dengan waktu untuk diri sendiri.

Memang setiap orangtua gampang berasa bersalah sebab masih kurang bermain dengan anak mereka, khususnya saat anak terus-terusan minta orangtua untuk bermain. Orangtua harus memutuskan harapan yang logis untuk beberapa anak mereka dalam soal melipur mereka.

Misalkan, ibu rumah-tangga kemungkinan berbicara ke anak salah satu, “Saya akan bermain kereta dengan Anda sepanjang 20 menit dan Anda bisa bermain sepanjang 20 menit sendiri sesaat saya membersihkan baju.”

Mendapati barisan bermain atau ibu dengan beberapa anak yang seumuran dengan anak Anda benar-benar menolong. Ini bisa menolong anak dengan waktu bermain yang dengan alamiah mereka harapkan sama orang lain. Saat mereka tidak mempunyai teman atau saudara untuk bermain bersama, mereka tergantung pada orangtua menjadi teman bermain mereka.

Orangtua bisa cari rekan-rekan seusia anak mereka untuk memberi mereka pertunangan dan permainan yang mereka perlukan dan harapkan.

  1. Dapatkan Rutinitas untuk Mengikutsertakan Anak Anda Dengan Teman Seumuran

Ada jendela waktu saat sebelum saya mempunyai anak kembar dan saat putri angkat kami tak lagi tinggal dengan kami  saat itu hanya putri kami di dalam rumah kami. Itu ialah peluang besar untuk saya untuk keluar dari rumah dan cari tempat dan rutinitas yang akan mengikutsertakan putri kami dengan beberapa temannya.

Ia berumur lebih satu tahun pada waktu itu, jadi ia siap untuk bermain dengan beberapa anak lain dan mempunyai aktivitas yang akan menolong perubahannya.

Hal paling besar untuk orangtua dalam memperbesar anak tunggal ialah pahami jika anak mereka akan memerlukan publikasi dengan teman sepantarannya. Sebab mereka tidak mempunyai saudara kandungan, orangtua harus keluarkan beberapa anak mereka dari rumah dan cari tempat di mana mereka bisa bermain dengan beberapa anak seusia mereka.

Orangtua bisa dengan menyengaja lakukan ini dengan cari aktivitas dan kelas yang disamakan dengan umur anak mereka. Selanjutnya, mereka bisa manfaatkan peluang itu untuk tersambung sama orang tua lain hingga teman bermain bisa mengendalikan dengan teman baru mereka di hari esok.